PKS: Belajar Toleransilah Dari Pesantren

PKS: Belajar Toleransilah Dari Pesantren
Kehidupan para kiyai di pesantren memberikan inspirasi tersendiri bagi Ahmad Syaikhu. Menurut Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan berlaga di pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Barat 2018 itu, para kiyai telah memberikan teladan dalam sikap toleransi. 

Hal tersebut disampaikan Syaikhu usai menutup Lomba Baca Kitab Kuning, pada Sabtu (7/10/2017), di Bandung, Jawa Barat.

“Para kiyai di pesantren, ketika mereka sudah memahami banyak kitab, justru menunjukkan sikap tasamuh (toleran, red) yang luar biasa. Toleran terhadap berbagai perbedaan pendapat,” kata Syaikhu seperti dilansir website resmi PKS Jabar.

Ahmad Syaikhu menjelaskan, toleransi merupakan modal penting dalam berdemokrasi. Dengan adanya sikap tersebut, perbedaan sekeras apapun tidak membuat perpecahan. Segala perbedaan bisa disikapi dengan bijaksana.

Syaikhu mengatakan PKS membawa semangat toleransi itu ke politik. Dalam hal toleransi, Syaikhu mengambil contoh dengan permainan badminton. Lawan dalam permainan badminton sejatinya merupakan kawan dalam berolahraga.

“Semua kontestasi itu bukan permusuhan. Seperti saya ingin bermain badminton. Saya butuh lawan, kan? Nah, lawan saya itu teman berolahraga. Begitu juga dalam kontestasi politik, lawan saya itu adalah teman berdemokrasi,” imbuhnya.

Dalam momentum tersebut, Syaikhu juga berharap para santri harus tampil dalam demokrasi sebagai bagian menjaga toleransi tersebut.

“Para santri yang memahami Kitab Kuning, harus tampil dalam berdemokrasi, sehingga nilai-nilai dalam khasanah intelektual Islam muncul dalam kehidupan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Lomba Kitab Kuning DPW PKS Jawa Barat dimenangkan oleh Muhammad Amri dari Ponpes Az-Zaini Al-Makky, Kabupaten Bogor (juara 1), Ujang Mubarok dari Kabupaten Bekasi (juara 2), Rizki dari Kabupaten Bandung Barat (juara 3), Fahmi Ramadhan dari Kabupaten Cianjur (juara harapan 1), Budi Andrianto dari Kabupaten Karawang (juara harapan 2), dan Moh. Dede Luthfi dari Kabupaten Tasikmalaya (juara harapan 3).
Advertisement

You might also like