PKS Yakin Kader NTB Tetap Solid Ikuti Arahan Partai

PKS Yakin Kader NTB Tetap Solid Ikuti Arahan Partai
Beritapks.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakin kadernya di Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap solid untuk mengikuti arahan partai meski wagub terpilih di Pilkada 2018 adalah kakak kandung Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. 

Hal ini disampaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Mardani mengatakan PKS tidak khawatir soal mundurnya TGB dari Demokrat yang akan memberikan keleluasaan membangun konsolidasi memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. 


Penggagas #2019GantiPresiden ini menjelaskan gubernur NTB terpilih, Zulkieflimansyah, yang merupakan kader PKS tentu akan tetap mengikuti arahan partai terkait upaya mengganti Presiden Jokowi pada Pilpres 2019. Namun begitu, dinamika pasti ada terkait Pilpres 2018.

"Tentu akan punya dinamikanya masing-masing. Tapi kader kami yakin dan tentu ikut arahan partai. Karena gubernur yang terpilih di NTB ini kader PKS. PKS jadi tetap yakin apapun perkembangannya insya Allah 2019 ganti presiden," kata Mardani seperti dikutip dari Republika.

Mardani sangat menghargai hak seseorang untuk menentukan pilihan politiknya. Karenanya, ia tidak khawatir jika memang ada perbedaan sikap politik antara gubernur terpilih dan wagub terpilih di NTB. Meski demikian ia optimis gerakan #2019GantiPresiden akan terus berkembang.

"Sekarang lebih dari 60 persen yang tahu, dan 40 persennya itu setuju. Sehingga, belum ada calonnya saja gerakan ini sudah sedemikian masif," ujarnya.


Sebab menurut dia, berdasarkan tren yang ada sekarang, siapapun pihak yang mendukung rezim pemerintahan Jokowi, peluang tidak diikutinya tergolong besar. 

"Karena konsolidasi suara umatnya begitu kuat," paparnya.

Sekadar diketahui Padadi Pilkada 2018 kemarin, kader PKS Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi menjadi pasangan cagub-cawagub NTB diusung PKS dan Demokrat. Pasangan ini kemudian dinyatakan menang oleh KPU. 

Wagub NTB terpilih, Sitti Rohmi, merupakan kakak kandung TGB, gubernur NTB dua periode yang menyatakan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.
Advertisement
Advertisement

You might also like