PKS: Media Sosial Harus Beretika, Tak Boleh Ada Istilah Cebonger dan Kampreter

 PKS - Media Sosial Harus Beretika, Tak Boleh Ada Cebonger dan Kampreter
Berita PKS - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera setuju dengan ucapan dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym untuk tidak ada lagi sebutan 'kecebong' atau 'kampret' bagi pendukung tokoh politik. 

Mardani yang juga Ketua DPP PKS mengatakan dalam penggunaan media sosial harus memiliki etika, tidak boleh ada istilah cebonger atau kampreter.

"Saya setuju, media sosial itu harus beretika, tidak boleh ada cebonger, tidak boleh ada kampreter. Kita itu harus menjadi kontestasi karya, kontestasi gagasan, saya dukung Aa Gym, setuju," ucap Mardani Ali Sera yang juga penggagas gerakan #2019GantiPresiden, Ahad (8/7/2018).

Selain itu, Mardani juga meminta agar pemerintah juga ikut andil dalam menyejukkan kontestasi politik. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya berpihak pada satu kelompok, dalam hal ini kelompok yang pro dengan pemerintah. 

"Karena itu saya juga protes kenapa pihak Istana suka mengundang kelompok yang disebut cebonger ke sana, maksudnya nggak usah Istana masuk ke level itu, Istana harusnya main cantik, semuanya diapresiasi," katanya.

"Pemerintah harus mampu berperan dengan cerdas jangan memihak salah satu. KSP khususnya nih, suka terima-terima, jangan. Berperilaku lah sebagai ayah buat semua," tegas Mardani.

Sebelumnya Aa Gym dalam Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal menghimbau kepada masyarakat jangan menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil 'kecebong' atau 'kampret'.

"Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret," kata Aa Gym. (nd/detik)
Advertisement
Advertisement

You might also like