Qiyadah PKS Adalah...

Qiyadah PKS Adalah...
Beritapks.com - Qiyadah PKS adalah Pimpinan PKS, dan ketika menyebut Qiyadah PKS, maka yang dimaksud pimpinan tertinggi PKS tingkat pusat. 

Dan Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP)  Periode, 2015-2020, yaitu: 

1. Ketua Majelis Syuro: Dr H. Salim Segaf Al Jufri, MA
2. Wakil Ketua Majelis Syuro: Dr Hidayat Nur Wahid, MA
3. Sekretaris Majelis Syuro: Ir. H. Untung Wahono, M.Si
4. Ketua Majelis Pertimbangan Pusat : H. Suharna Surapranata, MT
5. Ketua Dewan Syariah Pusat PKS:  Dr KH Surahman Hidayat, MA.
6. Presiden PKS : M Sohibul Iman, PhD
7. Seketraris Jenderal PKS : Mustafa Kamal, S.S
8. Bendahara Umum: Mahfudz Abdurrahman, S.Sos

Qiyadah PKS sebenarnya tidak banyak  berubah. Yang sering terjadi perubahan adalah Presiden PKS, berikut urutannya; Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, Al Muzammil Yusuf, Tifatul Sembiring, Lutfi Hasan Ishaq, Anis Matta dan Muhammad Shohibul Iman. 

Perubahan terjadi pada periode, 2015-2020. Ust Hilmi Aminuddin yang berturut-turut menjadi Ketua Majelis Syuro digantikan oleh ust Salim Segaf. 

Sementara ust Anis Matta  yang sebelumnya berturut-turut menjadi Sekjen Partai kemudian terakhir menjadi Presiden Partai, pada periode sekarang tidak masuk di jajaran DPTP

Semua Qiyadah PKS dipilih secara musyawarah dengan baik, tidak ada rekayasa. Dan mereka dari masa ke masa tentu adalah kader terbaik yang telah  memberikan kontribusi terbaiknya untuk Partai.

DPTP periode sekarang  sebagaimana disebutkan tidak banyak terjadi perubahan, kecuali ketua Majelis Syuro dan Presiden Partai. Ust Salim adalah guru bagi semua kader PKS,  lebih khusus lagi guru/ustadz bagi kader alumni LIPIA, dimana ust Anis adalah salah satu alumninya. Sedangkan Ust Shohibul Iman adalah kader senior yang tidak diragukan lagi kredibilitas dan kapasitasnya. 

Ust Hilmi terus berkhidmah pada PKS di hari tuanya memberi nasehat pada kader dakwah. Sedangkan ust Anis Matta dipercaya utk mengelola urusan  LN. 

Jadi pada PKS dan qiyadahnya sejatinya tidak ada azmah qiyadiyah (krisis kepemimpinan), yang ada perubahan kepemimpinan yang sangat islami, normal, konstitusional dan wajar. 

Di dalam PKS dan qiyadahnya juga tidak ada azmah fikriyah wa manhajiyah (krisis pemikiran dan manhaj). Mungkin yang ada krisis hati dan krisis akhlak sebagian kadernya.

Dari krisis inilah muncul sikap tidak loyal, tidak taat, suul adab dll pada gurunya dan qiyadahnya kemudian berujung pada mundurnya sebagian kader  dari amanah pencalegan beramai-ramai. 

Tentu muhasabah, tazkiyah, tarbiyah,  nasehat, irsyad dan hisbah terus berjalan demi kebaikan PKS, qiyadah dan kadernya. 

PKS yang telah mendeklarasikan dirinya sebagai Partai Dakwah in sya Allah terus berjalan dan akan tetap berjalan  dengan kita atau tanpa kita utk menyongsong kebangkitan Islam di Indonesia dan bersama saudara-saudaranya umat Islam di dunia  akan menyongsong kebangkitan Islam di dunia. Allahu Akbar walillahil hamd
Advertisement
Advertisement

You might also like